Archive for January, 2008

AYAT - AYAT CINTA

Wednesday, January 23rd, 2008

Rossa - Ayat-Ayat Cinta

desir pasir di padang tandus
segersang pemikiran hati
terkisah ku di antara cinta yang rumit

bila keyakinanku datang
kasih bukan sekadar cinta
pengorbanan cinta yang agung
ku pertaruhkan

reff:
maafkan bila ku tak sempurna
cinta ini tak mungkin ku cegah
ayat-ayat cinta bercerita
cintaku padamu
bila bahagia mulai menyentuh
seakan ku bisa hidup lebih lama
namun harus ku tinggalkan cinta
ketika ku bersujud

bila keyakinanku datang
kasih bukan sekedar cinta
pengorbanan cinta yang agung
ku pertaruhkan

repeat reff

ketika ku bersujud

18 menanti

Wednesday, January 23rd, 2008

Ya Allah,
Kusadari diri ini penuh dosa
Penuh khilaf
Penuh nista

Sungguh banyak nian,
dosa yang selama ini terjadi
dosa yang kulakukan
yang membuat hati
semakin keruh

Ingin rasa
hamba menjadi muslim sejati
yangmenjadi pilar ummat
yang siap berjihad demi dien tercinta

namun
dunia seringkali melenakan
dunia menggodaku dan aku tak mampu
untuk meninggalkannya

Kuharap
Ku ingin
berilah setitik cahaya
yang menyinari kegelapan hati hamba
sehingga hamba dapat mengetahui yang hak lebih jelas
dan hamba dapat menjadi muslim sejati
dan menjadi suami dambaan bagi dirinya
semoga

Amin

TETAP SEMANGAT WALAU MATA DUA WATT

Monday, January 21st, 2008

Pagi ini ngantug sekali,

baru bobo bada subuh, terus jam 5 udah diwarning ama telpon yang mengingatkan hari ini harus presentasi jam 11. Waks dah ga bisa tidur lagi.

Salah ku sendiri sih, semalem keasikan buka-buka situs-situs XXX (bukan situs porno loh, tapi situs underground) untuk nyuri dan ngoleksi software-software bajakan. Sebenarnya sih semua karena kepala pusing, dada dag dig dug, hati gemetar , tangan berdebar-debar untuk memikirkannya. Duh tak sabar rasanya untuk bertemu dengan dirinya

Sudahlah,

yang penting sekarang mau presentasi. Saya harus semangat walau mata dua watt. Bismillah dan berusaha semoga sukses.

SPIRIT

IVan Alnu (:| ==> :-| ==> :-)

Slamat jalan Ummi Ani

Monday, January 21st, 2008

Inna lillahi wa inna ilaihi Rajiun, Turut Berduka Cita atas meninggalkan istri Pak Hidayat, Bu Kastiyan Indriawati, (Ummi Ina), moga Allah memberikan kebaikan sebagai balasan atas kiprah beliau dalam roda dakwah di Indonesia

Saya belum pernah dialog sama beliau, namun pernah dengan pak hidayat dalam sebuah seminar tahun lalu.

Semoga ustadz Hidayat sabar menghadapi sebuah eposide kehidupan ini dan tetap semangat untuk melewati kehidupan dengan senyuman. Karena dakwah sudah menunggu kiprah beliau.

Mendengar berita ini, Ivan begitu malu sekali. karena terbayangkan semalam ketika qiyamu lail, ternyata mudah sekali Allah mencabut nyawa manusia, lalu gimana yah kalo ivan  meninggal dan dicabut nyawa sedangkan iwan lagi chatting, terus ngakak ketawa-ketiwi atau melakukan perbuatan tidak bermanfaat atau bahkan yang mudharat (Na’udzubilla) yah.

Semoga dengan ini, membuat iwan menjadi lebih dekat kepada Allah SWT.

salam

ivanALnu

Jadi Perlengkapan Wedding

Monday, January 21st, 2008

Alhamdulillah satu saudara akan walimah

Barakallahu Ya Rusdi dan Uci

semoga kalian siap menempuh kehidupan

Tapi maaf nih, kok ane jadi perlengkapan. Ada gak posisi yang aman sehingga ane ga ketemu makhluk bernama Akhwat. Bukan apa-apa anekan pemalu. Ntar malu-maluin :P

Doain semoga saya diberikan kesabaran ya bro
Jadi duda ternyata ga enak nih. Lamar sana lamar sini ditolak mulu.

Semoga jika ada yang siap dengan saya dan kondisi saya saat ini, pastilah dia adalah bidadari dari surga kiriman dari sang PENCIPTA, Anugrah terindah yang saya miliki. Karena keinginannya untuk menikah bukanlah karena harta yang saya miliki (kan nt tau sendiri ga punya duit, gaji pas-pasan, muka apa lagi tidak menjanjikan) melainkan kesiapannya untuk bersama-sama berjuang di rel dakwah ini untuk menggapai keridhoanNya.

Selayaknya permata, pastilah ia akan kujaga jika sudah mendapatkannya, selama dia siap mengarungi kehidupan bersama dan mengembalikan semua urusan dunia kepada Allah semata. Karena dia adalah bidadari dari  Surga

Perjalanan masih panjang Perjuangan baru saja dimulai.

TETAP SEMANGAT Menghadapi kehidupan  :) untuk Uci, untuk Rusdi dan untuk Saya
So Iwan jangan patah semangat yah <<<<<<<<<<<Nasihat tuk diri sendiri

salam

IVanAlnu
nb: posisi hati lagi bete banget, lom cuci baju 2 minggu, stok baju abizzz tinggal 3 potong, ketan diragiin :::::: tape deeeeeh

Kalo lagi stress gini deh tulisannya

Monday, January 21st, 2008

Untuk apa memikirkan sesuatu yang tak pasti
Jika kepastian dekat dengan hati

Maka bersabarlah
Karena itu begitu indah

Masih banyak amanah
Dan juga beban dakwah

Hidup bukanlah tuk cinta
Tapi tuk Sang Pencipta

Ingatlah dirimu wahai diri
Kelak dirimu akan mati
Dan akan kembali kepada ILahi

MEnikmati Kesabaran

Monday, January 21st, 2008

Terkadang kita emosi, gelisah, dan marah karena sesuatu yang tidak kita inginkan
maka ketahuilah dengan BErsabar semuanya akan menjadi lebih indah

Karena kesabaran layaknya percikan air di padang tandus
Yang menyegarkan dahaga
dan membuat hidup semakin indah
ketika dihiasi dengan senyuman
kebahagiaan

salam
van

Belajar dari Reine

Sunday, January 20th, 2008

Akhirnya rindu itupun tertumpahkan
juga, ketika ku kembali bertemu dengan bidadariku tersayang,
Reine.Lucu, imut, manis dan semakin proaktif saja.

Ketika
ku baru saja turun dari motor, tampak kedua matanya memandangku
sejenak. Mungkin dia mulai lupa denganku kali, karena sudah hampir 3
pekan aku tak mengunjunginya. Setelah sadar siapa diriku, dia lalu
berlari kearahku dan menabrak kakiku. Tampak dia begitu manja ingin
dipeluk oleh diriku dan dipeluk mesra.

Ah,
rindu itupun tersampaikan juga. Erat sekali pegangannya saat kupeluk
diriku.Kucium dia dengan kehangatan. Dan kubelai dirinya.Walau lebih
berisi tubuhnya dan telah mencapai 12 kg kata mantan istriku, namun
semua itu tak terasa sama sekali. Hanya kebahagiaan dan keceriaan yang
kurasakan saat bersamanya.

Hari-hari
bersama reine tak kusia-siakan sama sekali. Aku berjalan sama dia,
bercanda, membacakannya buku, hingga jalan-jalan ke alfamart walau
hanya sekedar membeli sari kacang hijau kesukaannya.

Namun
ada dua kejadian yang membuatku semakin sayang kepadanya. Ketika ku
sedang merapihkan buku, tampak dia melambaikan tangannya seolah memberi
tanda bahwa dia ingin pergi. Lalu dia melambaikan tangannya dan pergi
ke kamar uminya. Namun tiba-tiba dia berlari ke arahku dan memeluk
diriku.

Ooh,
reiene, saat itu aku tak bisa berkata-kata lagi melihat pola tingkahmu
itu. Pura-pura pergi, walaupun sebenarnya dirimu merindukan diriku. Tak
terasa pipiku terasa hangat dibasahi air mata kasih sayang ku untuk
reine. Lucu dan menggemaskan.

Buya
menyayangimu sayang, walau buya tak bisa lagi bersama dirimu lagi.
Maafkan keegoisan buya karena tidak bisa bersanding dengan ummu azka
lagi.Namun buya akan senantiasa menjenguk dirimu. Walau hanya dua atau
tiga pekan sekali buya baru hadir.

Karena kesibukanku mencari sesuap nasi dan untuk membelikan susu reine, kini ku bekerja hampir setiap hari hingga larut malam. Maklumlah, statusku yang hanya lulusan SMU, membuat diriku harus menjadi lebih tegar menghadapi kehidupan sebagai wiraswasta.

Oleh
karena itu, saat-saat berjumpa engan reine merupakan saat-saat yang
sangat bernilai. Hingga sore haripun aku masih bermain dan tertawa
bersama reine. Sambil kugendong, tangannya memegang roti tawar dan
memotong-motong sedikit demi sedikit dimasukkan ke dalam mulutnya.

Namun
ada yg membuatku terharu saat itu, ketika dia menyuapi roti ke dalam
mulutku setiap selesai menyuapi roti ke mulutnya sendiri. Tidak ada
keegoisannya untuk menikmati roti miliknya sendiri. Duh baiknya
anandaku ini.

Dan sungguh terharu lagi ketika langkah kakiku
mendekat kepada kucing kecil yang mengeong, ternyata bukan saja aku
yang disuapi, tapi kucing kecil itupun juga diberikan roti oleh reine.
Seolah ia ingin berbagi roti kepada kucing kecil itu. Karena ku tahu
kucing tidak suka roti, ku tambahkan ke kucing itu secuil potongan ikan
kecil.

Sebuah sindiran telak kepada diriku. Ternyata teguran
untuk berbagi datang dari reine, anakku yang usianya barulah setahun
setengah. Tak ada kekecewaan karena rotinya habis ketika berbagi dengan
diriku ataupun dengan si kucing kecil. Namun diriku. Betapa sering
kuhabiskan sendiri harta yang kudapat dari bekerja, dengan sering
melupakan bahwa di balik harta yang kumiliki terdapat hak untuk mereka
yang dhuafa. Ada hak untuk mereka yang berjuang di jalan Allah. Betapa
egoisnya diriku selama ini.

Malas
sedekah dan  malas berinfaq. Bahkan ketika setiap pekanan diminta
menginfakkan sebagian rizki tuk palestina, agak berat diriku untuk
menyisihkannya.

Ya Allah semoga dengan teguran melalui bidadari kecilku ini, membuat hamba menjadi orang yang bersyukur, bersabar dan berinfaq

"Dan
bersegeralah kamu mencari ampunan dari TUhanmu dan mendapatkan surga
yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang
yang bertaqwa, Yaitu orang yang berinfaq di waktu lapang maupun sempit,
dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan oranglain. Dan
Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan
"

Salam

Agus Setiawan
ivan Alnu
listant@gmail.com
mbisnisglobal.blogspot.com

Akhir Tangis untuk Reine di Vega R 120

Sunday, January 20th, 2008

Gado-gado
sedih
senang
bahagia
menangis
tertawa

sulit terungkap
rasa hati ini
ketika reine berlari
reine memeluk diriku erat
erat sekali seolah tak ingin berpisah

main berdua dengannya sangat menyenangkan
tertawa
gembira
kadang ketika diriku diam, dia datang dan menyentuhku
sungguh aku tak sanggup menahan tangisku
saat dia pura-pura pergi meninggalkanku
lalu kemudian lari menuju diriku dan memintaku memeluknya
erat
erat sekali

reine
sungguh bukan maksud buya untuk meninggalkanmu
buya akan senantiasa menjaga dan sayang reine
walau buya tak lagi berada di sisi reine selalu
karena buya percaya ummu azka akan senantiasa menjaga reine
mungkin inilah yang terbaik untuk reine
maafkan kami berdua karena harus mengorbankan reine

buya minta maaf tak bisa kembali bersama lagi
namun buya akan senantiasa menjenguk reine
dan kita bisa bermain dan tertawa kembali

reine
maaf yah
buya harus pergi lagi
buya tak bisa bermain lagi sama reine
insya Allah dua pekan lagi buya datang
dan membawa hadiah untuk reine kembali
karena buya
amat sangat mencintai reine
because you are my reine

this evening
i leave reine
with cry in my eyes
but i know it not good for me
and for reine
i must forget this sadness
and i leave her
and go home
with motorcycle
in 120 kmph
playing my adrenalin
to forget this sadness
to get my happines
tp get the glory of me of her and of love

today

Menggapai Bidadari tak Pernah Mudah

Thursday, January 17th, 2008

Untuk ke sekian kalinya, entah untuk berapa kali setelah perceraian dengan mantan istriku dan usaha damai dengannya gagal, maka ku coba tuk mencari wanita lain sebagai pendamping diriku.
Wanita pertama yang kutemui setelah gagalnya pernikahanku adalah NS. Wanita sederhana dari keluarga berada yang pernah dekat denganku di masa yang lalu. Kuungkapkan rasa hatiku kepadanya. Akhirnya menjadi pelajaran berharga, karena ternyata dia sudah dilamar dan akan menikah bulan Mei 2008 kelak.
Kegagalan itu mencoba ku beranikan diri kepada seseorang kawan chatting yang telah lama terlupakan karena ku janji kepada istriku tuk tak menghubunginya kembali.Wanita bernama MW itu tak jauh beda dengan yang pertama yang akhirnya memutuskan untuk menikah dengan pria idamannya yang datang dari sebuah negeri jiran seberang.
Dua kali kegagalan membuatku gelisah. Dan berfikir ulang tentang arti kegagalan. Rasa rindu akan kebersamaan dengan pasangan yang membuat diriku gerah, menganggkatkan langkah kakiku tuk serius berkenalan melalui dunia maya kembali, baik di fs maupun di KJI, milis yang sudah lama tak saya kunjungi.
Di Fs ada H dan  R, dua wanita yang menurutku tepat untuk dijadikan istriku. Ternyata mereka berdua menolak kerana statusku yang duda.
Di milis KJI , kumulai aktif kembali. BErkenalan dengan mereka sambil menyalurkan hobiku tuk menulis dengan tulsanku di milist. Alhamdulillah lebih dari 30 orang mengajak kenalan denganku hingga puluhan sms masuk serta belasan akhwat aku coba telpon balik dan kami berusaha berkenalan.
Banyaknya akhwat KJI yang mengajak berkenalan denganku ternyata bukan jaminan keberhasilan dalam mencari pasangan hidup. Karena setelah kulihat hanya empat orang yang memenuhi kriteria-ku, selain itu mereka sisanya mundur perlahan dan teratur setelah ku katakan kepada mereka bahwa diriku adalah seorang duda dengan anak satu. Sungguh sedih sekali rasa hatiku.
Terlebih ketika keempat akhwat tersebutpun ku hubungi satu persatu baik melalui YM maupun telpon, ternyata dua menolak karena suatu hal, satu menolak karena akan menuju jenjang pernikahan dan satu lagi menolak karena masih masa ta’aruf.
Mungkin
hari ini aku hanya bisa berharap dan berdoa kepada Ilahi Rabbi
untuk membuat diriku bersabar menghadapi ini semua
Sampai saatnya tiba
Beberapa hari yang lalu agak menggembirakan kabar, dan kukatakan kepadanya aku ingin serius dengan dirinya. Namun belum ada kabar darinya. MUngkin dia sedang mempelajari, apakah aku adalah pria yang tepat atau bukan untuk dirinya
Semoga, dengan sebuah harapan, aku bisa bersama dirinya dan mendapatkan jawaban yang indah darinya. Ya Rabbi, diriku sudah ikhtiar dan kini kubertawakal kepadamu

Senyuman penuh dengan keikhlaasan

Salam
Iwan Ketan