Ketika Melow Melanda

Darinurul_1


Beautiful girl, whenever you are
I knew when I saw you, you had opened the door
I knew that I’d love again after a long, long while
I’d love again

                                ****
WEks, lagu itu bersenandung kembali di warnet ini. Setelah sekian lama diriku tidak mendengarnya. Mungkin setengah tahun kali yah ga denger mas Jose Mari bersiul disni.

Lagu melow. Entah kenapa diriku sangat melow hari ini. Mungkin bisa jadi karena sedang mengalami kerinduan yang sangat dalam.

Sudah lama nian, lebih dari empat bulan tidak lagi merasakan kehangatan cinta. Mungkin hampir setahun kali. Tatkala sebuah ujian melanda karena keteledoranku dengan tidak melakukan perjanjian yang jelas dengan si Agil yang menyebabkan deraian ancaman demi ancaman serta kehancuran pola usaha yang tertata rapih di bumi timur jakarta.

hiks… sangat mengenaskan. HIngga bayang-bayang ancaman dan teror masih teringat di kepala ketika ia datang ke rumah kalisari menemui pasanganku saat itu. Tak terbayangkan raut muka my exwife serta memarahiku. Tampaknya keluarganya pun sudah gerah dengan keadaanku yang payah dan susah ini. Dan diriku juga sudah lelah dengan bantuan pamrih yang membuat rumahtanggaku goyah dan ternikmati lagi. Entah kenapa, saat itu bukan diriku lagi yang menjadi suami untuk istriku dan bukan diriku lagi yang menjadi ayah untuk anakku. Karena diriku tak memiliki kuasa untuk mereka berdua.

HUtang yang menumpuk hingga ratusan juta ternyata telah mampu pasangan hidup kehilangan kepercayaan kepadaku. Yah itu salahku sendiri. Mengapa juga aku begitu obsesi untuk menjadi kaya dan berarti. Dan kini ketika semua tak bisa kuraih, hanya kekecewaan saja yang bisa kuratapi.

Sudahlah, mengingat masa lalu hanya akan membuka derita lama.
Kini, ku berjanji pada diriku sendiri. Tak perlu lagi airmata banyak membasahi pipi. Dengan atau tanpa dirinya yang tak setia kepadaku, hidupku harus tetap berjalan dan berlari. Karena aku sudah jauh tertinggal oleh roda waktu. Sehingga memaksaku untuk terbang mengejarnya.
Namun aku merasa sepi jika sendiri. Ku berharap kelak ada seorang bidadari yang mau menemani. Berjalan, berlari atau terbang jauh untuk mengejar mimpi yang tergilas oleh roda waktu.
Namun bukan sembarang bidadari. Melainkan hanya ia yang terpilih. Ia yang siap menghadapi gemuruh badai, tingginya ombak, dahsyatnya petir maupun kencangnya angin yang menerpa dalam proses kehidupan nantinya. Yang senantiasa qonaah dan tawadhu dalam sikapnya. Yang siap menjadi kawan di jalan dan pasangan yang bisa saling melengkapi. Dalam bahligai rumah tangga islami.
Dan kuharap ia adalah wanita solehah yang kini sedang proses mengenal kepribadianku, saat ini. SEmoga

==================================================
Duhai tjalon istriku,
ketahuilah

Perjalanan masihlah sangat panjang
Perjuangan barulah dimulai

HIdup ini hanya sekali berarti kemudian mati
Lalu apa yang akan kau kejar dalam kehidupan kecuali mimpi?
Ingatlah masih ada keabadian yaitu rumah kita di masa depan

JIka niatan proses kehidupan hanyalah tuk dunia kita hanyakan dapat penyesalan
Namun jika Orientasi kita kepada Sang Pemilik KEhidupan niscaya kebaahagiaan dan ketenanganlah yang insya Allah akan kita dapatkan

Keep in Smiling Facing The World
Never Give Up to get HIs Jannah
Be the best and Do the best right now

Salam
Ivan Alnu

Leave a Reply