Balapan Vs Bisnis
Baru saja ada pengalaman menarik yaitu seperti biasa saya tergoda untuk balapan lagi dengan motor lain di rawamangun. Namun yang menarik bukanlah saya berhasil mengalahkan lawan-lawan saya yang lebih hebat dari saya semata, namun tercetus dalam fikiran saya kolerasi antara Balapan saya dengan Bisnis yang saya geluti
Dari prapatan mega rawamangun saya melihat ada jupi MX dan supra125 yg lagi balapan. Ntah kenapa naluri lama saya keluar lagi nih, dan akhirnya ku putuskan untuk ikut balapan.
Sebenarnya gila juga yang saya lakukan, karena saya hanya mengandalkan motor vega105cc. Namun dengan sedikit pengalaman saya menjadi joki dulu, saya berhasil mendahului kedua motor itu di lampu merah pramuka ketika berbelok ke arah rawasari.
Weks ternyata tujuan kedua motor itu sama dengan saya menuju ke arah priok. Saya tahu kalo geber sekeras apapun pasti kalah sama MX, namun karena didukung dengan jalanan berlobang dan macet akhirnya bisa juga mengalahkan MX dan supra 125 sampai menjelang pintu tol rawasari karena saya memutuskan mengambil jalur lambat, sedangkan kedua motor itu asyik balapan di jalur cepat.
Karena berhasil mengalahkan mereka saya teringat dengan bisnis saya. Ternyata untuk berhasil dalam bisnis, kita perlu dan harus lincah seperti seorang joki mengendarai motor. Karena sang pengendara motor/joki balapan sangat mengerti kapan dia harus mengambil keputusan dalam bertindak, singkatnya begini:
1) Ketika saya di jalur cepat, saya menggunakan kecepatan semaksimum mungkin, begitu juga dalam berbisnis ketika peluang terbuka lebar maka itu merupakan kesempatan yang baik untuk meleverage bisnis semaksimal mungkin.
2) Ketika saya menemui lubang, saya harus mengurangi kecepatan dan menghindari lubang secepat mungkin. Begitu juga dalam bisnis ketika kita menghadapi lubang dalam berbisnis, mungkin kita harus mengurangi keaktifan kita sesaat untuk dapat menghindari lubang dengan sigap dan agar tidak terjadi "kecelakaan" karena nekat menabrak lobang yang berakibat fatal.
3)Ketika saya menemui macetnya jalanan,saya harus sigap melihat peluang celah sempit manakah yang bisa diambil agar motor saya bisa melaju tanpa harus menciderai kendaraan orang lain. Dalam bisnis berlaku seperti itu juga ternyata menurut saya, sebagai seorang pengusaha insting kita merupakan modal utama, karena akan membantu menuntun kita mencari celah-celah dan peluang-peluang kecil yang menghasilkan sesuatu yang besar. Jika kita tidak cermat maka lewatlah kita karena selain menciderai orang lain namun juga bisa menciderai kita sendiri.
4) Saya harus tahu kapan saya menggunakan gas semaksimal mungkin dan kapan saya harus menginjak rem, kapan saya harus memainkan gigi agar perjalanan saya bisa sesingkat mungkin dan selamat sampai tujuan. Begitu juga dengan bisnis, seorang pengusaha harus mampu mengontrol dirinya untuk dapat cepat bertindak dalam berbisnis, dan mengetahi kapan dia harus melakukan percepatan, namun selain itu seorang pengusaha tetap membutuhkan perlambatan dan rem agar tidak terjadi kecelakaan dan bisnisnya maju berkembang serta meminimalisir kerugian yang ada.
5) Ketika saya memutuskan untuk balapan dengan supraX125 dan jupiMX adalah suatu hal yang gila karena kecepatan motor mereka jauh di atas motor yang saya kendarai, namun karena saya memiliki skill joki dimasa lalu ternyata bukan masalah yang harus dipermasalahkan toh buktinya saya bisa mengalahkan mereka hehehe. Begitu juga dengan bisnis, terkadang kita butuh sebuah kenekatan dalam berbisnis, namun bukan nekat begitu saja. Melainkan, sebuah kenekatan yang diiringi dengan modal keyakinan dan kemampuan yang kita miliki walaupun kita tidak memiliki kemampuan finansial setidaknya kemampuan dibidang yang lain tetap diperlukan untuk menunjang keberhasilan bisnis kita. Selain itu hiraukan perasaan ciut karena lawan yang lebih besar dari kita. Karena lawan kita sesungguhnya bukanlah kompetitor kita melainkan diri kita sendiri. Jika kita bisa lebih baik dari hari kemarin maka kita adalah the winner, Jika kita bisa sama saja dengan hari kemarin maka kita adalah save seeker, Jika kita ternyata lebih buruk dari hari kemarin maka sebuah petaka telah terjadi karena kita adalah seorang the looser. So keep in spirit in your business OK.
Mungkin demikian dulu nih tulisan dari ivan, mohon maaf yah kalo agak aneh nih opini ivan.
Salam Semangat Penuh Senyuman
Keep in smile facing the world
Ivan Alnu
