Ketika hati menyatu
Pernahkah anda merasa ada getaran hati menyatu dengan orang lain? getaran arti disini maksudnya, ketika anda memiliki perasaan rindu dengan seseorang kawan dengan tiba-tiba ternyata kawan anda pun merasakan hal yang sama dengan anda, dan uniknya tanpa ada komando anda dan kawan anda bertemu di suatu tempat seketika itu juga.
Aneh kah?
tapi itu yang terjadi pada diriku tadi pagi. Ketika shalat subuh berjamaah aku rindu dengan Akhi Tono teman DPRa yang hampir setengah tahun tidak bertemu. Dulu ketika kami berdua masih bujang, kami selalu ketemu pada waktu subuh berjamaah. Namun kini akh tono sudah pindah ke rumah mertuanya dan aku sendiri baru kembali ke Sunter setelah kasus ku dengan ex wife pada bulan Desember/Januari (Nov -Jan aku ngekost di Rawamangun soale)
Shalat subuh tadi pagi, seperti biasa dapat shaf pertama tepat di belakang Mas Dayat sang imam. Setelah zikir sejenak, aku pindah ke barisan belakang shaf pria sambil nyender di tiang meneruskan membaca almatsurat, ga disangka tiba-tiba mataku tertuju kepada barisan kiri shaft ketiga dan ternyata akh Tono ada disana, begitu juga dengan beliau tiba-tiba dia melihat ke arahku sambil tersenyum.
Wah luar biasa, kerinduan yang luar biasa ketemu saudara seiman yang tak lama bersua. Tapi kok bisa yah seperti di sinetron, seolah hati kami beresonansi. Bahagia banget rasanya, setelah itu kami ngobrol2 sejenak dan kemudian sharing tentang keadaan hizb saat ini di Sunter. Karena dah mau kerja, akh tono pun pamit.
Kasus seperti ini bukan yang pertama yang kualami. Pernah ketika 5 tahun yang lalu di tahun 2003 akhir dimana suasana kepartaian dah terasa di kampungku Madiun. Aku berkenalan dengan seorang ikhwa bernama Pak Pardi. KEtemu dengan beliau juga cukup unik. Karena walau diriku dengan pakaian "preman" tanpa jenggot kumisan iya, tapi entah kenapa dia bisa langsung menebak aku ini juga ikhwah seperti beliau. Awalnya sih aku cuma melihat beliau memasang bendera Pekase di Pasar Candi, namun ternyata ketika aku asik melihat beliau tiba-tiba matanya juga langsung menatapku dan langsung menghampiriku dan berkata
, " Apa kabar akh, antum dari Jakarta yah????"
weks. Gubrak, langsung ditembak. Gimana kabar jakarta, antum kader juga kan??? wah terpesona dan sebenarnya ingin ngakak ketawa .. karena walaupun aku kader tapi kayaknya aku kagak meng-ikhwah banget deh. Akhirnya aku diajak sama beliau silaturahim ke tokonya maklum beliau ini tukang jahit. Diskusi sama Pak Pardi luar biasa. Walau baru pertama kali ketemu tapi seolah-olah kami berdua adalah saudara lama yang tidak pernah bertemu. Cepat sekali kami akrab.
Sampai ga enak hati, aku sampai disediakan makanan siang gratis yang lengkap sekali saat itu. Alhamdulillah beliau juga mengantarku sampe rumah mbah mi walausebenarnya jarak antara rumahku ke rumah mbah mi itu tinggal 2 km sih.
kalo kata temenku fenomena ini disebut LOA (Law of Attraction) bener ga sih?? Tapi yang pastinya rasa seperti ini bisa ada ketika ukhuwah ada di dalam diri dan kesamaan tujuan hidup kami adalah untuk mengemban risalah Ilahi melalui sebuah Harakah Islamiyah yang sama. Aku mencintaimu karena Allah wahai para saudaraku. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama hidup hanyalah untuk dan karena Allah semata. Keep istiqomah till end of our life.